KATEGORI BERITA
WEBSITE LINK
work

work

STATISTIK KUNJUNGAN
  • Pengunjung hari ini : '16'
  • Total pengunjung : '36349'
  • Hits hari ini : '31'
  • Total Hits : '107640'
  • Pengunjung Online : '1'

Pencipta Penyaring Udara Gandeng Jurusan Fisika Unimed Lakukan Riset


Minggu, 18 Januari 2016 - 22:01:58 WIB

MEDAN, (KilasMedan.com) – Pencipta alat penyaring udara (air purifier) menggunakan teknologi plasma, Dr Muhammad Nur menggandeng Jurusan Fisika Universitas Negeri Medan (Unimed) untuk melakukan riset antar perguruan tinggi.

Hal ini terungkap saat peneliti Universitas Diponegoro Semarang saat melakukan diskusi umum di loboratorium Jurusan Fisika Unimed, Selasa (17/11) kemarin.

Hadir dalam acara itu, Ketua jurusan fisika Alkahfi Maas Siregar, Sekertaris Jurusan Rita Juliani, dan seluruh Dosen serta perwakilan Komunitas mahasiswa yang tergabung dalam himpunan Mahasiswa jurusan Fisika, Komunitas Fisika Bumi dan Komunitas mahasiswa Fisika Peduli Lingkungan Kampus, dan Komunitas Mahasiswa Material.

Diungkapkannya, plasma dikategorikan sebagai zat ke empat selain zat padat, cair dan gas. Plasma dibuat dengan memanfaatkan tegangan listrik, yaitu melalui dua elektrode yang diberi tegangan.

“Aksi reaksi yang ditimbulkan oleh ion dan elektron dalam jumlah yang banyak menimbulkan kondisi udara diantara dua elektrode menjadi netral, inilah yang disebut plasma. Singkat kata bahwa plasma adalah sekumpulan dari elektron bebas, ion dan atom bebas,” jelasnya.

Dirinya juga mengajak seluruh komponen dijurusan Fisika Unimed untuk melakukan riset bersama antar perguruan tinggi.

“Bagi dosen dan mahasiswa yang berminat untuk mendalami fisika plasma dapat bergabung langsung untuk membuat riset bersama dalam skim Penelitian antar Perguruan tinggi (Pekerti) bersama kami,” ajaknya.

Muhammad Nur yang juga alumni Joseph Fourier University Grenoble dalam bidang Physics of Material and Radiation mengungkapkan mengatakan, sangat bangga dapat berdiskusi dengan keluarga besar jurusan fisika Universitas Negeri Medan dan komunitas-komunitas mahasiswa yang menjadikan ilmu fisika menjadi garis keilmuannya.

“Bidang fisika memaksa para komunitas yang menggelutinya untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah kehidupan secara hitungan matematik yang tepat. Ini dibuktikan dengan beberapa hak paten yang sudah diterima, yaitu Produk Knalpot Plasma dengan nomer paten P00200400361 dan ozon generator dengan nomer paten P00200300419, yang dapat mengubah gas karbon beracun menjadi oksigen yang aman dihirup,” katanya.

Ketua jurusan Fisika Alkahfi Maas Siregar, menyambut baik tawaran yang diberikan oleh Dr. Muhammad Nur.“Saat ini jurusan Fisika sudah melakukan maping kepakaran sumber daya manusia yang dimiliki oleh jurusan Fisika, Oleh karena itu nanti akan dibentuk tim-tim yang akan memfollow up ide penelitian bersama yang ditawarkan dari fisika Undip, dan kita akan sahuti keinginan tersebut,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa Muhammad Toha yang juga ketua HMJ Fisika menjelaskan, kuliah umum yang diberikan pakar Plasma sangat menarik dan memotivasi mahasiswa dalam hal pengembangan Ilmu Fisika.

“Pengetahuan fisika plasma sangat jarang didengungkan oleh komunitas fisika yang ada di Sumatera Utara. Komunitas Fisika di Sumatera banyak berkecimpung dibidang material, Komputasi, Geo Fisik,” pungkasnya. (Arb)


[ BACK ]
Baca Berita Lainnya